Pendidikan Farmasi Sulawesi Tengah Meningkat: STIFA Pelita Mas Palu Resmikan PSPPA di Wisuda XIX

Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFA) Pelita Mas Palu menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Wisuda ke XIX dengan suasana yang penuh khidmat dan kebanggaan di Hotel Santika Palu, Kamis (27/11/2025). Pada wisuda tahun ini, sebanyak 59 lulusan S1 Farmasi dan 7 lulusan D3 Farmasi resmi dikukuhkan. Momentum tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA), sebagai langkah baru dalam penguatan pendidikan farmasi di Sulawesi Tengah.

Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten Administrasi Umum, M. Sadly Lesnusa S.Sos., M.Si., serta perwakilan LLDIKTI Wilayah 16. Orasi ilmiah disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Agussalim Bukhari, M.Clin.Med., Ph.D.GK., Subsp.KM. Selain itu, hadir pula pimpinan perguruan tinggi, Forkopimda, para kaprodi, dosen, tenaga kependidikan, mitra STIFA, serta orang tua para wisudawan.

Ketua STIFA Pelita Mas Palu, Prof. Dr. apt. Joni Tandi, M.Kes., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian kampus. Ia menegaskan bahwa kelulusan 100 persen mahasiswa D3 pada Uji Kompetensi Nasional tahun 2025 menjadi bukti nyata kualitas pendidikan di STIFA.
beliau juga mengumumkan dibukanya Program Studi Profesi Apoteker, yang disebutnya sebagai langkah strategis agar lulusan dapat melanjutkan pendidikan profesi dalam lingkungan akademik yang terintegrasi.

Dalam laporannya, Prof. Joni mengungkapkan sejumlah capaian mahasiswa, di antaranya enam prestasi tingkat nasional dan pendanaan PKM sebesar Rp5 juta. Kampus juga berhasil mengumpulkan Rp531.420.000 untuk pendanaan penelitian melalui hibah yayasan dan BOPTN.
“Ini menjadi wujud komitmen kami dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya. Ia juga mengingatkan para lulusan untuk siap beradaptasi dalam dunia kerja yang terus berubah. “Bekal ilmu dan nilai yang kalian dapatkan adalah fondasi penting saat memasuki dunia profesional,” tambahnya.

Asisten Administrasi Umum, M. Sadly Lesnusa, turut memberikan ucapan selamat kepada para wisudawan. Ia menekankan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni, melainkan titik transisi menuju dunia kerja. “Keberhasilan kalian adalah hasil kerja keras dan doa keluarga,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya tenaga farmasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan inovasi obat, serta menyebut Program Beasiswa Berani Cerdas yang telah membantu lebih dari 18.724 mahasiswa, termasuk mahasiswa STIFA.

Ketua Tim Kerja Penguatan Mutu Pembelajaran dan Kemahasiswaan LLDIKTI Wilayah 16, Akub Zainal Basura, S.H., M.H., turut memberikan pesan mengenai tuntutan kompetensi di era digital. Ia menyebut bahwa kemampuan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan berpikir kritis menjadi kunci dalam dunia kerja masa kini. “Soft skill menentukan 85 persen kesuksesan seseorang, sementara hard skill hanya 15 persen. Karena itu, lulusan harus terus mengembangkan kemampuan interpersonal, kepemimpinan, serta problem solving,” jelasnya.

Ia juga menekankan peran penting lulusan farmasi dalam mewujudkan kampus yang berdampak, mulai dari menjaga mutu obat, mendorong inovasi kesehatan, hingga mendukung industri farmasi lokal. Tantangan masa depan seperti resistensi antimikroba, digitalisasi layanan kesehatan, dan pemerataan akses obat di daerah terpencil disebutnya sebagai hal yang harus dipersiapkan.

Wisuda XIX ini tidak hanya menjadi pintu gerbang baru bagi para lulusan yang akan memasuki dunia profesional, tetapi juga menandai langkah besar STIFA Pelita Mas Palu dengan hadirnya Program Studi Profesi Apoteker. Pemerintah dan LLDIKTI menyatakan dukungan penuh agar perguruan tinggi terus menghasilkan tenaga farmasi yang kompeten, adaptif, dan berintegritas.