STIFA Pelita Mas Palu mewisuda 110 lulusan pada Wisuda Angkatan ke-20, Sabtu (17/10/2026). Mereka terdiri dari 104 lulusan Sarjana Farmasi dan 6 lulusan Diploma III Farmasi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendorong lulusan farmasi tidak hanya bekerja sebagai tenaga profesional, tetapi turut mendukung pengembangan obat, kosmetik dan produk kesehatan berbasis potensi lokal Sulawesi Tengah yang dapat yang bermanfaat bagi masyarakat .
Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Sulteng, Abdul Raaf Malik, menyebut kekayaan hayati dan pengetahuan tradisional daerah memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Namun, produk yang dihasilkan harus melalui penelitian, pengujian keamanan dan khasiat, standardisasi serta proses produksi sesuai ketentuan.


Lulusan farmasi juga diharapkan berkontribusi dalam pemerataan pelayanan kesehatan, termasuk menjangkau masyarakat di wilayah pelosok dan memastikan penggunaan obat yang tepat. Perwakilan LLDIKTI Wilayah XVI, Dr. Drs. Irwan Halid, M.Si., mengingatkan bahwa gelar akademik harus diikuti kompetensi dan kontribusi nyata. Perguruan tinggi juga perlu melakukan tracer study untuk menilai kesesuaian lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Ketua STIFA Pelita Mas Palu, Prof. Dr. Apt. Joni Tandi., M.Kes., berpesan agar lulusan terus meningkatkan pengetahuan, menjaga integritas dan menjalankan profesi sesuai etika karena tenaga kefarmasian berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.
STIFA mencatat sejumlah capaian hingga 2026. Program D3 Farmasi meraih kelulusan 100 persen Uji Kompetensi Nasional selama dua tahun berturut-turut serta menjadi satu-satunya program D3 Farmasi di Sulawesi Tengah dengan akreditasi Baik Sekali. STIFA juga memiliki 50 kerja sama aktif, 60 mahasiswa pada dua angkatan Pendidikan Profesi Apoteker, serta total pendanaan penelitian, pengabdian dan publikasi sebesar Rp455,67 juta.


Pada wisuda kali ini, Fadillah Insani menjadi lulusan terbaik Program Sarjana Farmasi dengan IPK 3,78, sedangkan lulusan terbaik D3 Farmasi diraih Priskila El. Sara Imbing dengan IPK 3,81. Predikat wisudawan termuda masing-masing diberikan kepada Ayu Fadlya dari Program Sarjana dan Nina Longku dari Program D3 Farmasi.
Wisuda tersebut diharapkan menjadi awal bagi para lulusan untuk mengembangkan kompetensi dan memberikan kontribusi nyata bagi pelayanan kesehatan serta kemajuan potensi daerah.

